Besaran dan Turunan

Koordinat Cartesius

Google

AddToAny

Kalor

Diposting oleh On 20:09

Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Besarnya kalor sebanding dengan massa (m), kalor jenis (c), dan perubahan suhunya (∆T). Secara matematis, kalor dapat dirumuskan sebagai berikut:

Kalor
Dalam satuan SI, satuan kalor adalah joule (J). Ingat Konversi satuan kalor berikut!
1 kalori = 4, 2 Joule
1 Joule = 0, 24 kalori

Kalor Jenis
Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1ºC
Setiap bahan memiliki kalor jenis yang berbeda. Satuan kalor jenis adalah joule per kilogram per kelvin [J/(kg.K)], atau dalam joule per kilogram per celsius derajat [J/(kg.Cº)].

Tabel beberapa kalor jenis zat
Kalor
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu suatu benda bergantung pada:
  • massa benda (m)
  • jenis benda/kalor jenis benda (c)
  • perubahan suhu (Δt)
Kalor jenis setiap zat ditentukan dengan persamaan:
Kalor

Kapasitas Kalor
Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1ºC.
Rumus:
Kalor
Asas Black
Bunyi asas BLACK
"Pada campuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat bersuhu tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang bersuhu rendah."
Kalor
Keterangan:m₁ = massa zat yang memiliki suhu yang lebih tinggi (kg)
m₂ = massa zat yang memiliki suhu yang lebih rendah (kg)
c₁ = kalor jenis zat yang memiliki suhu yang lebih tinggi (J/kgºC)
c₂ = kalor jenis zat yang memiliki suhu yang lebih rendah (J/kgºC)
T₁ = suhu yang lebih tinggi (ºC)
T₂ = suhu yang lebih rendah (ºC)
Tc = suhu campuran (ºC)

Perubahan Wujud Zat
Kalor

Mencair
Mencair atau melebur yaitu peristiwa perubahan zat padat menjadi cair, hal ini karena adanya kenaikan suhu (panas).
Contoh:
  • batu es berubah menjadi air;
  • lilin yang dipanaskan.
Membeku
Membeku yaitu peristiwa perubahan zat cair menjadi padat, karena adanya pendinginan.
Contoh:
  • air yang didingkan berubah menjadi es batu;
  • lilin cair yang didinginkan.
Menguap
Menguap adalah peristiwa perubahan zat cair menjadi gas.
Contoh:
  • air yang direbus;
  • bensin yang dibiarkan berada pada tempat terbuka.
Mengembun
Mengembun adalah peristiwa perubahan benda gas menjadi air.
Contoh:
  • es batu yang disimpan dalam sebuah gelas, bagian luar gelas akan basah;
  • rumput di lapangan pada pagi hari menjadi basah padahal sore harinya tidak hujan.
Menyublim
Menyublim adalah peristiwa perubahan zat padat menjadi gas atau sebaliknya.
Contoh:
  • kapur barus (kamper) yang disimpan pada lemari pakaian lama-lama akan habis.
Mengkristal atau menghablur
Mengkristal atau menghablur adalah peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat.
Contoh:
  • berubahnya uap menjadi salju.

Kalor Laten
Kalor yang diperlukan oleh tiap satuan massa zat untuk mengubah wujudnya disebut kalor laten.
  1. Kalor lebur (L) adalah banyaknya kalor yang diper-lukan untuk mengubah wujud 1 kg zat padat menjadi zat cair.
  2. Kalor beku (B) adalah banyaknya kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud 1 kg zat cair menjadi zat padat
  3. Kalor uap atau kalor didih (U) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud 1 kg zat cair menjadi gas.
  4. Kalor embun (E) adalah banyaknya kalor yang dilepas-kan untuk mengubah 1 kg gas menjadi zat cair

Perpindahan Kalor
Konduksi
Perpindahan kalor secara konduksi (hantaran) adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dimana partikel-partikel zat perantara tersebut tidak berpindah. Berdasarkan kemampuan menghantarkan kalor, zat dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu konduktor dan isolator. Konduktor adalah zat yang mudah menghantarkan kalor (penghantar yang baik). Isolator adalah zat yang sulit menghantarkan kalor (penghantar yang buruk).

Konveksi
Proses perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian yang dilaluinya disebut konveksi atau aliran. Konveksi dapat terjadi pada zat cair dan gas.
  • Konveksi pada zat cair. Syarat terjadinya konveksi pada zat cair adalah adanya pemanasan. Hal ini disebabkan partikel-partikel zat cair ikut berpindah tempat.
  • Konveksi pada Gas. Konveksi terjadi pula pada gas, misalnya udara. Seperti halnya pada air, rambatan (aliran) kalor dalam gas (udara) terjadi dengan cara konveksi.
Beberapa peristiwa yang terjadi akibat adanya konveksi udara adalah sebagai berikut:
  • Adanya angin laut. Angin laut terjadi pada siang hari. Pada siang hari, daratan lebih cepat menjadi panas daripada lautan sehingga udara di daratan naik dan di-gantikan oleh udara dari lautan.
  • Adanya angin darat. Angin darat terjadi pada malam hari. Pada malam hari, daratan lebih cepat menjadi dingin daripada lautan. Dengan demikian, udara di atas lautan naik dan digantikan oleh udara dari daratan.
  • Adanya sirkulasi udara pada ruang kamar di rumah.
  • Adanya cerobong asap pabrik.
Radiasi
Proses perpindahan kalor tanpa zat perantara disebut radiasi atau pancaran. Kalor diradiasikan dalam bentuk gelombang elektromagnetik, gelombang radio, atau gelombang cahaya. Misalnya, radiasi panas dari api.

Apabila kita berdiam di dekat api unggun, kita merasa hangat. Kemudian, jika kita memasang selembar tirai di antara api dan kita, radiasi kalor akan terhalang oleh tirai itu.

Bantu Berikan DONASI jika artikel ini dirasa bermanfaat Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.raimondwell.com
DonasiDonasi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Terima Kasih telah meninggalkan komentarnya