Today's Headline

Besaran dan Turunan

Koordinat Cartesius

Google

AddToAny

Provinsi Sumatra Selatan

Diposting oleh On 19:57

Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi ini beribukota di Palembang. Secara geografis provinsi Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena sempat menjadi ibu kota dari Kerajaan Sriwijaya.

Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi ini sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.

Sejarah
Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China. Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan. Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya.

Baca Juga:

Geografi
Luas wilayah Provinsi Sumatera Selatan 99.882,28 km² terletak antara 10 sampai 40 Lintang Selatan dan 1020 sampai 1080 Bujur Timur. Meliputi areal seluas 99.598,689 km² atau 995.986,89 Ha. Luas wilayah daratan secara nasional berada pada urutan kelima atau 5% dari total luas wilayah Indonesia, dengan batas-batas wilayah: Utara berbatasan dengan Provinsi Jambi, Timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung, Selatan berbatasan dengan Provinasi Lampung, Barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu. Wilayah timur daratan Provinsi Sumatera Selatan dibatasi garis pantai yang terdiri dari rawa-rawa dan tanah payau yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Vegetasi utamanya adalah nyiur dan tanaman bakau. Di bagian tengah dan barat terdiri dari dataran rendah dan lembah-lembah yang luas. Jauh ke bagian barat berupa bukit-bukit dan wilayah pegunungan yang merupakan rangkaian Bukit Barisan yang memanjang dari Aceh hinggai Lampung.

Peta Provinsi Sumatra Selatan

Musim yang terdapat di Sumatera Selatan sama seperti umuumnya yang terjadi di Indonesia, hanya dikenal dua musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari asia dan Samudra Pasifik terjadi musim hujan. Keadaan seperti itu setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-November. 
Provinsi Sumatera Selatan mempunyai iklim tropis dan basah dengan pariasi curah hujan antara 9/7 - 492/23 mm sepanjang tahun 2003. Setiap bulannya hujan cendrung turun. Diapantai Timur tanah nya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengarui oleh pasang surut. Vegitasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (Bakau). Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas. lebih masuk dalam wilayah semakin daerahnya bergunung-gunung.

Kependudukan
Jumlah penduduk Sumatera Selatan tahun 2004 sebanyak 6.702.479 jiwa, dengan rata-rata kepadatan 69 jiwa/km². Berdasarkan data hasil perhitungan sensus penduduk tahun 1980, 1990 dan 2000, laju pertumbuhan tahun 1990-2000 sebesar 3,1 dan laju pertumbuhan tahun 1980-2000 sebesar 3,6. Laju pertumbuhan tertinggi terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Muara Enim dan Ogan Komering Ilir.

 Suku Bangsa
Di provinsi Sumatra Selatan memiliki beraneka ragam suku yaitu:
  • Suku Komering di kabupaten Ogan Komering Ilir, Baturaja. Suku Komering adalah satu klan dari Suku Lampung yang berasal dari Kepaksian Sekala Brak yang telah lama bermigrasi ke dataran Sumatera Selatan pada sekitar abad ke-7 dan telah menjadi beberapa Kebuayan atau Marga. Nama Komering diambil dari nama Way atau Sungai di dataran Sumatera Selatan yang menandai daerah kekuasaan Komering.
  • Suku Pasemah. Suku Pasemah adalah suku bangsa yang mendiami wilayah kabupaten Empat Lawang, kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu, dan di sekitar kawasan gunung berapi yang masih aktif, gunung Dempo. Suku bangsa ini juga banyak yang merantau ke daerah-daerah di provinsi Bengkulu.
  • Suku Kubu. Suku Kubu atau juga dikenal dengan Suku Anak Dalam atau Orang Rimba adalah salah satu suku bangsa minoritas yang hidup di Pulau Sumatra, tepatnya di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan. Mereka mayoritas hidup di Provinsi Jambi, dengan perkiraan jumlah populasi sekitar 200.000 orang.
  • Suku Ogan di Sumatera Selatan. Suku Ogan dengan 3 (tiga) sub-suku, yakni: Suku Pegagan Ulu, Suku Penesak, dan Suku Pegagan Ilir.
  • Suku Palembang di Sumatera Selatan: Kota Palembang
  • Suku Sekayu di Sumatera Selatan
  • Suku Semendo di Bengkulu, Sumatera Selatan: Muara Enim
  • Suku Lematang di Sumatera Selatan
  • Suku Lintang, Sumatera Selatan
  • Suku Semendo
  • Suku Pasemah
  • Suku Gumay
  • Suku Lintang
  • Suku Musi Rawas
  • Suku Meranjat
  • Suku Kayuagung
  • Suku Ranau
  • Suku Kisam, dan lain-lain.
Semua suku ini hidup berdampingan dan saling membaur dengan suku-suku pendatang termasuk dengan orang asing. Bahkan banyak terjadi perkawinan antar suku. Setiap suku memiliki adat-istiadat dan tradisi sendiri yang acapkali tercermin dalam upacara perkawinan dan peristiwa- peristiwa penting suatu suku. Bahkan suku-suku di Sumatera Selatan memiliki seni dan budaya sendiri yang saling berbeda atau hampir bersamaan.

 Bahasa
Meski tiap kelompok etnik memiliki corak khas dalam kebudayaan dan struktur bahasa sendiri, namun tetap merupakan kesatuan yang sulit dipisahkan satu sama lain dalam lingkungan hukum adat di daerah Sumatera Selatan. Mereka juga saling mempengaruhi sehingga unsur kebudayaan yang satu terdapat juga pada kebudayaan suku lainnya. Hal ini disebabkan adanya proses difusi, akulturasi dan adaptasi. Kesatuan dan keseragaman kebudayaan dalam suku bangsa disadari sendiri oleh para warganya. Penduduk asli terdiri dari beberapa suku yang masing-masing mempunyai bahasa dan dialek sendiri. Namun dalam komunikasi sehari-hari mempergunakan bahasa Indonesia atau bahasa lokal.

 Agama
Mayoritas penduduk memeluk agama Islam yang berpengaruh pula terhadap adat istiadat, budaya dan kehidupan sehari-hari. Hari-hari besar Islam secara umum dirayakan dengan khitmad, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Maulud, Isra’ Mi’raj, Nuzul Qur’an dan lain sebagainya. Kerukunan antar umat beragama di Sumatera Selatan cukup harmonis. Di daerah ini sifat kegotong-royongan dalam masyarakat tidak membedakan agama, suku ataupun status sosial. Hubungan sosial lebih didasari rasa kebangsaan, sedang tata cara dalam pergaulan sehari-hari lebih dipengaruhi adat istiadat, seperti dalam bersopan santun, berbicara dan lain sebagainya.

Pendidikan
 Perguruan tinggi di Sumatera Selatan
Perguruan tinggi negri di Sumatera Selatan:
  • Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang
  • Poltekkes depkes Palembang, Palembang
Perguruan tinggi swasta di Sumatera Selatan yaitu:
  • Universitas Baturaja, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu
  • Universitas Bina Darma, Kota Palembang
  • Universitas IBA, Kota Palembang
  • Universitas Kader Bangsa, Kota Palembang
  • Universitas Muhammadiyah Palembang, Kota Palembang
  • Universitas Palembang, Kota Palembang
  • Universitas PGRI Palembang, Kota Palembang
  • Universitas Sjakhyakirti, Kota Palembang
  • Universitas Tamansiswa, Kota Palembang
  • Universitas Tridinanti, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Serasan, Muara Enim
  • Sekolah Tinggi Bahasa Asing Methodist, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Bahasa Asing Widya Dharma Palembang, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Satya Negara, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pertiba Pangkalpinang, Kota Pangkal Pinang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Rahmaniyah, Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Serasan Muara Enim, Muara Enim, Kabupaten Muara Enim
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusa, Kota Pangkal Pinang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Bumi Silampari, Kota Lubuklinggau
  • Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Prabumulih, Kota Prabumulih
  • Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Serasan, Muara Enim, Kabupaten Muara Enim
  • Sekolah Tinggi Pertanian Belitang, Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
  • Sekolah Tinggi Teknik Musi, Kota Palembang
  • Sekolah Tinggi Teknologi Palembang, Kota Palembang
  • STIA dan Pemerintahan Annisa Dwi Salfarizi, Kota Palembang
  • STIE Abdi Nusa, Kota Palembang
  • STIE APRIN, Kota Palembang
  • STIE Bina Warga, Kota Palembang
  • STIE Dwi Sakti Baturaja, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu
  • STIE Ibek Pangkalpinang Bangka, Kota Pangkal Pinang
  • STIE Lembah Dempo, Kota Pagar Alam
  • STIE Mulia Darma Pratama, Kota Palembang
  • STIE Musi, Kota Palembang
  • STIE Musi Rawas, Kota Lubuklinggau
  • STIE Pertiba, Kota Pangkal Pinang
  • STIE Prabumulih, Kota Prabumulih
  • STIE Rahmaniyah, Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin
  • STIE Serasan Muara Enim, Muara Enim, Kabupaten Muara Enim
  • STIE Serelo, Kabupaten Lahat
  • STIE Sultan Mahmud Badaruddin, Kota Palembang
  • STIE Trisna Negara, Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
  • STIK Bina Husada, Kota Palembang
  • Stikesmas Abdi Nusa, Kota Palembang
  • Stikesmas Nusantara, Kota Palembang
  • Stikesmas Widya Dharma Palembang, Kota Palembang
  • STIPSI Abdi Nusa, Kota Palembang
  • Stisipol Candradimuka, Kota Palembang
  • STKIP Muhammadiyah Pagaralam, Kota Pagar Alam
  • STKIP PGRI Lubuk Linggau, Kota Lubuklinggau
  • STKIP Sera, Kabupaten Lahat
  • STMIK PalComTech, Kota Palembang
  • STMIK Global Informatika MDP, Kota Palembang
  • STMIK Indo Global Mandiri, Kota Palembang
  • STMIK Mahameru, Kota Palembang
  • STMIK Musi Rawas, Kota Lubuklinggau
  • STMIK Prabumulih, Kota Prabumulih
  • Politeknik Anika Palembang, Kota Palembang
  • Politeknik Ilmu Pelayaran Palembang, Kota Palembang
  • Politeknik PalComTech, Kota Palembang
  • Politeknik Palembang Darusalam, Kota Palembang
  • Politeknik YPBB Belitang, Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
  • Akademi Kebidanan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim
  • Akademi Akuntansi dan Manajemen Pembangunan, Kota Palembang
  • Akademi Akuntansi Sjakhyakirti, Kota Palembang
  • Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma, Kota Palembang
  • Akademi Bahasa Asing Bina Insan Indonesia, Kota Palembang
  • Akademi Kebidanan Aisyiyah, Kota Palembang
  • Akademi Kebidanan Budi Mulia, Kota Palembang
  • Akademi Kebidanan Heppy Zal, Kota Palembang
  • Akademi Kebidanan Mitra Adiguna, Kota Palembang
  • Akademi Keperawatan Mitra Adiguna, Kota Palembang
  • Akademi Keuangan dan Bank Mulia Darma Pratama, Kota Palembang
  • Akademi Maritim Bina Bahari, Kota Palembang
  • Akademi Pariwisata Widya Dharma, Kota Palembang
  • Akademi Perikanan Wachyuni Mandira, Kota Palembang
  • Akademi Sains dan Teknologi Pembangunan, Kota Palembang
  • Akademi Sekretari dan Manajemen Sriwijaya, Kota Palembang
  • Akademi Teknik Radiodiagnosis dan Radioterapi Widya Dharma, Kota Palembang
  • AMIK AKMI, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu
  • AMIK Atma Luhur, Kota Pangkal Pinang
  • AMIK Bina Warga, Kota Palembang
  • AMIK Lembah Dempo, Kota Pagar Alam
  • AMIK MDP, Kota Palembang
  • AMIK Sigma, Kota Palembang

Pemerintahan
 Kabupaten dan Kota
Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatra Selatan adalah:
  • Kabupaten Banyuasin dengan ibukota Pangkalan Balai
  • Kabupaten Empat Lawang dengan ibukota Tebing Tinggi
  • Kabupaten Lahat dengan ibukota Lahat
  • Kabupaten Muara Enim dengan ibukota Muara Enim
  • Kabupaten Musi Banyuasin dengan ibukota Sekayu
  • Kabupaten Musi Rawas dengan ibukota Muara Beliti Baru
  • Kabupaten Ogan Ilir dengan ibukota Indralaya
  • Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan ibukota Kota Kayu Agung
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibukota Baturaja
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dengan ibukota Muaradua
  • Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dengan ibukota Martapura

Kotamdya yang ada di Provinsi Sumatra Selatan adalah:
  • Kota Lubuklinggau
  • Kota Pagar Alam
  • Kota Palembang
  • Kota Prabumulih
 Daftar Gubernur
Beberapa daftar gubernur yang pernah menjabat di provinsi Sumatra Selatan antara lain:
  • A. K. Gani 
  • M. Isa
  • Sumarno
  • Husen
  • Mochtar Prabu Mangkunegara -
  • H. A. Bastari masa jabatan 1959 - 1963
  • Abu Yasid Bustomi masa jabatan 1963 - 1966
  • Ali Amin masa jabatan 1966 - 1967
  • Asnawi Mangku Alam masa jabatan 1967 - 1978
  • Sainan Sagiman masa jabatan 1978 - 1988
  • Letjen H.Ramli Hasan Basri masa jabatan 1988 - 1998
  • H. Rosihan Arsyad masa jabatan 1998 7 - Nov 2003
  • Ir. Syahrial Oesman, MM masa jabatan 7 Nov 2003 - 2008
  • dr H Mahyuddin NS, SpOG masa jabatan 11 Jul 2008 – 7 Nov 2008
  • Alex Noerdin masa jabatan 2008 - 2013
Perekonomian
Sumatera Selatan berpotensi oleh sektor perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, dan industri. Komoditas unggulannya adalah are kelapa sawit, kopi, karet, perikanan tangkap, kakao, tebu, nenas, teh, industri CPO, industri pengalengan nenas, industri minyak sayur, industri getah karet, industri pengolahan kopi, industri pengalengan ikan, industri teh hijau, dan industri ikan beku. Komoditi nomor dua (non unggulan) adalah rajungan, minyak alami, gas alam, dan industri pohon sawit. 
Nilai export Sumatera Selatan tahun 2004 mencapai 282,400,859.00 ribu US $dari perternakan hewan, daging sapi, perikanan, produk peternakan hewan, perkebunan, sayuran, buah-buahan dan kacang, kopi, teh, rempah-rempah, minyak bijibijian, karet, resin, alas berbahan tanaman, minyak lemak hewani dan nabati, gula, permen, dan kakao. Beberapa peluang bisnis antara lain industri kelapa sawit, industri bahan kimia, industri bahan bangunan, industri keramik, alat tulis, hutan industri, industri pengelasan dan jasa teknologi khusus. Untuk menunjang keperluan bisnis, tersedia fasilitas dan infrastruktur telekomunikasi, tansportasi, air, listrik, perbankan, keuangan, pelabuhan, bandara, dan perhotelan. Bandara di sana antara lain Sultan Mahmud Baharudin II, Silampiri, TJ. Enim, Banding Agung, and Serdang Gelumbang, pelabuhan di asana antara lain idi Sungai Lumpur, Sungsang, Upang, Palembang, and Boom Baru.

Seni dan Budaya
Sumatera Selatan sudah didiami manusia sejak zaman purbakala. Bukti-bukti sejarah masa lampau itu antara lain berupa situs-situs megalit dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat disaksikan baik di museum maupun di alam terbuka. Peninggalan kebudayaan megalit itu merupakan hasil kreasi seni pahat para nenek moyang, terdiri dari arca-arca batu berbentuk manusia, binatang, menhir, dolmen, punden berundak, kubur batu, lumpang batu dan sebagainya yang berukuran kecil sampai raksasa. Bukti-bukti peradaban pada masa 2500 - 1000 tahun sebelum Masehi itu tidak hanya mengesankan bagi wisatawan asing maupun domestik, tetapi juga bagi para ahli yang acapkali datang melakukan penelitian ilmiah.
Rumah Adat Sumatra Selatan
Di alam terbuka, situs-situs megalit itu sebagian besar terdapat di Kabupaten Lahat, Ogan Komering Ulu dan Muara Enim. Keberadaan benda-benda megalit itu telah melahirkan berbagai legenda dan mitos di kalangan masyarakat Sumatera Selatan. Diantaranya legenda Si Pahit Lidah yang karena kesaktiannya mampu membuat apapun yang tidak disukainya menjadi batu. 

Dalam abad 7-13 Masehi, Sumatera Selatan merupakan Pusat kekuasaan kerajaan Sriwijaya dan Palembang sebagai ibukota kerajaan. Di masa jayanya Sriwijaya dikenal sebagai pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan mengenai agama Budha terbesar di Asia Tenggara. Pada saat itu Kerajaan Sriwijaya dengan kekuatan armadanya yang tangguh, selain menguasai jalur perdagangan dan pelayaran antara Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia, juga telah menjadikan daerah ini sebagai sentra pertemuan antar bangsa. Hal ini telah menimbulkan tranformasi budaya yang lambat laun berkembang dan membentuk identitas baru bagi daerah ini.

Tranformasi budaya ini terjadi pula dengan masuknya pengaruh Islam, terutama pada saat Sumatera Selatan di bawah kekuasaan Kesultanan Palembang Darussalam sejak awal abad 15. Sebagian besar penduduk Sumatera Selatan sendiri sudah menganut agama Islam sebelum Kesultanan Palembang berdiri. Beragam faktor yang mempengaruhi selaras perkembangan masyarakat di Sumatera Selatan itu telah menimbulkan kebudayaan asimilasi di daerah itu baik dalam tradisi seni maupun aspek-aspek lain dalam kehidupan. 

Demikian pula rumah tradisional Limas merupakan perpaduan arsitektur bangunan Hindu, Budha, Islam dan rumah tradisional penduduk. Dalam seni ukir, kentara sekali pengaruh Cina, yang sudah dominan sejak masa Sriwijaya. Upacaraupacara perkawinan, pesta panen dan lain-lain kegiatan yang bersifat sakral di kalangan penduduk Sumatera Selatan, juga tidak terlepas dari pengaruh asimilasi budaya itu meskipun pengaruh Islam tetap kuat melekat.

Pariwisata
Provinsi Sumatera Selatan merupakan daerah tujuan wisata dan pintu gerbang ke-17 di Indonesia. Di daerah ini para wisatawan selain dapat menikmati keindahan alam, peninggalan sejarah, kesenian daerah dan beragam upacara tradisional, juga dapat menikmati petualangan di alam terbuka. Daerah yang terbagi dalam 10 kabupaten 4 kota masing-masing memiliki kekhasannya sendiri. Namun ciri yang paling khas di daerah ini adalah keramah-tamahan penduduknya dan sikap terbuka terhadap para tamu, sekalipun bangsa asing.

Berbagai souvenir yang mengesankan untuk dibawa pulang juga tersedia seperti songket, kerajinan kayu, kerang, keramik, timah, batu-batu permata, bahkan makanan yang enak. Fasilitas-fasilitas akomodasi seperti hotel-hotel berbintang sampai penginapan yang paling murah, sarana- sarana olahraga seperti lapangan golf sampai sanggar aerobik dan tempat-tempat rekreasi tersedia dalam jumlah yang memadai yang semuanya dirancang untuk membetahkan para wisatawan berkunjung ke Sumatera Selatan.

Obyek wisata yang ada di Provinsi Sumatra selatan adalah:
 Jembatan Ampera Sumatera Selatan
Jembatan Ampera Palembang Sumatra Selatan
Jembatan terkenal yang melintasi Sungai Musi ini adalah landmark untuk kota Palembang. Jembatan Ampera Palembang dibangun pada tahun 1962 hingga 1965. Jembatan Ampera menghubungkan Palembang bagian Ilir dan Ulu. Pulau Kemaro Sumatera Selatan. Tempatnya kurang lebih 5 kilometer sebelah hilir dari Jembatan Ampera. Pulau Kemaro ini merupakan sebuah delta di sungai musi. Di pulau Kemaro ada sebuah vihara dan hampir setiap perayaan Cap Go Me banyak sekali masyarakat Cina datang ke pulau Kemaro untuk melakukan sembahyang atau berziarah.
Jembatan Ampera Palembang Sumatra Selatan

Jembatan Ampera Palembang Sumatra Selatan
 Dataran Tinggi Pasema
Terletak diantara lahat dan Pagaralam adalah kawasan perlindungan budaya dan alam karena disini ditemukan sejumlah batu-batu megalit misterius yang berasal dari zaman purba. Sejumlah patung-patung batu ataupun susunan batu-batu besar (menhir) cukup banyak ditemui di wilayah ini yang berasal dari manusia yang hidup sekitar 3.000 tahun yang lalu.

 Danau Ranau Sumatera Selatan
Lokasi Danau Ranau Terletak diwilayah kecamatan Banding Agung dengan jarak sekitar 125 km dari Baturaja ibukota kabupaten OKU. Danau Ranau memiliki luas sekitar 8x16 km. Karena udaranya sejuk Danau Ranau banyak menarik wisatawan yang ingin berpetualang ke Sumatera Selatan. Apalagi Danau Ranau memiliki latar belakang gunung Seminung dan di kelilingi oleh bukit serta lembah, pasti cocok untuk acara liburan.

 Museum Sultan Machmud Badaruddin II
Terletak menghadap ke Sungai Musi berada di sebelah Barat dari ujung Utara Jembatan Ampera. Bangunan museum ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1823 di lokasi bekas istana Sultan Palembang yang hancur karena serangan pasukan Belanda. Bangunan museum yang memiliki perpaduan arsitektur traditional Melayu dengan arsitektur kolonial Belanda ini pertama kali digunakan sebagai tempat kediaman pejabat Belanda.

 Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II
Salah satu peninggalan Kesultanan Palembang yang dibangun oleh Sultan Machmud Badaruddin I pada tahun 1740, Kawasan di sekitar Masjid Agung ini dulunya merupakan ibukota kerajaan Islam Palembang. Kesultanan Palembang ini selalu menentang Belanda hingga rajanya yang terakhir Sultan Ahmad Najamuddin menyerah dan dibuang ke Banda Neira pada tahun 1825.
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II
 Taman Purbakala Ki Gede Ing Suro
Terletak di 3 ilir Palembang merupakan pekuburan Islam dari pertengahan abad ke-16. Di dalam kompleks tersebut terdapat 8 bangunan yang berisi 38 kuburan. Diantaranya makam Ki Gede Ing Suro yang merupakan cikal bakal rajaraja Palembang.

 Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
Berlokasi di Karanganyar, Kecamatan Ilir Barat II, Kotamadya Palembang. Selain ada replika prasasti Kedukan Bukit yang merupakan tonggak sejarah lahirnya Kerajaan Sriwijaya. Taman yang dibagun di atas situs arkeologi Karanganyar ini untuk mengapresiasikan nilai-nilai budaya dan memperkuat kepribadian, kebanggaan anak bangsa.

 Hutan Wisata Punti Kayu
Tempat-tempat lainnya yang bisa dikunjungi di kota Palembang adalah Hutan Wisata Punti Kayu, kawasan hutan pinus yang ditata menjadi taman dan dilengkapi dengan berbagai sarana rekreasi keluarga dan arena bermain anakanak serta toko cinderamata.

 Bukit Siguntang
Bukit Siguntang yang tingginya 27 meter dari permukaan laut. Pada zaman Sriwijaya merupakan tempat suci bagi penganut agama Budha dan di bukit ini pernah hidup 1000 pendeta sehingga tempat ini seakan dikeramatkan. Di bukit ini pada tahun 1920 ditemukan arca Budha yang berasal dari abad XI Masehi dan keunikan lainnya di puncak bukit ada kuburan kuno yang dikeramatkan penduduk yaitu makam Sigentar Alam yang dijadikan tempat bersumpah para peziarah.

 Kawah Tekurep
Kawah Tekurep adalah nama sebuah kompleks makam Sultan Mahmud Badaruddin I. Salah seorang dari raja Palembang yang memerintah pada abud 18. bangunan ini mempunyai atap dari beton yang berbentuk kawah tertelungkup. Kawah adalah sejenis kuali besar yang dipergunakan untuk memasak. Kompleks makam ini terletak di 3 ilir dekat pelabuhan boom baru dan terbuka untuk umum setiap hari.

Makanan Khas
Makanan khas dari Provinsi Sumatera Selatan sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak. Jenis-jenis makanan khas Provinsi Sumatera Selatan: 
 Empek-empek/pempek
Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya. 

Terdapat beberapa jenis empek-empek, yaitu: 
  • Empek-empek Kapal Selam
  • Empek-empek Lenjer
  • Empek-empek Lenggang
  • Empek-empek Kulit
  • Empek-empek Adaan
  • Empek-empek Tahu
  • Empek-empek Kerupuk
  • Empekempek Pistel
  • Empek-empek Panggang.
 Celimpungan
Celimpungan adalah makanan yang berasal dari Sumatera Selatan. Bahan dasar celimpungan adalah adonan sagu dan ikan seperti halnya empek-empek yang juga berasal dari Sumatera Selatan. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bentuk dan kuahnya. Celimpungan berbentuk bulat dengan diameter 10 cm dan tipis (pipih). Kuahnya terbuat dari santan dan racikan bumbu-bumbu lainnya. Celimpungan dimakan bersama sambal gorengnya.

 Tekwan
Tekwan adalah hidangan sup khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil, dan disajikan dengan menggunakan kuah udang dengan rasa yang khas. Biasanya pelengkap tekwan adalah bihun, irisan bengkoang dan jamur, serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng.

 Model
Model pada dasarnya dibuat dari adonan yang sama dengan pempek kapal selam. Bedanya, model diisi dengan tahu dan digoreng sebelum disaji. Pada waktu dihidangkan, model di campur dengan kuah model yang terbuat dari kaldu udang. Selain dicampur dengan bihun, biasanya dicampur dengan timun dan ebi. Jenis-jenis model ini terdiri dari 2 macam, yaitu model ikan dan model gendum. Model ikan dibuat dengan bahan yang hampir sama dengan pempek. Sedangkan model gendum terbuat dari tepung terigu. Biasanya model gendum ini lebih murah daripada model ikan. Model sangat terkenal juga di Kota Palembang.
 Burgo
 Bolu Lapis
 Bolu Kojo
 Bolu 8 Jam
 Bolu Lapis
 Engkak Ketan
 Wajik Ketan
 Juadah Ketan
 Kerupuk
 Kemplang Goreng
 Kemplang Panggang
 Lempok Duren
 Mi Celor
 Lepat Pisang
 Lakso
 Lenggang
 Maksuba
 Srikayo

Bantu Berikan DONASI jika artikel ini dirasa bermanfaat Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.raimondwell.com
DonasiDonasi
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih telah meninggalkan komentarnya